Membaca mendatangkan uang

readbud - get paid to read and rate articles

Kamis, 13 Januari 2011

Loosing Fat and Getting in Shape - Take Responsibility and be Direct with Yourself

Do you feel like you are fighting a loosing battle when it comes to burning fat and getting into shape? Maybe you purchased a few books, videos or workout equipment claiming to be the magic bullet to make you look thin "in 30 days". Well I think that you are not alone and many of us have been down this road.

One suggestion I have is that if you want all these things to work you should be direct with yourself. Being blunt with your self is a powerful thing. I believe it helps people have a change of heart. Having a change of heart is key when it comes to fat loss and maintaining your health because you have to let go of the bad habits and acquire healthy habits. Everything starts from within and you are ultimately responsible for executing your nutrition and exercise plan. Here are a few things to look at to help you take responsibility for your self.

Accept that it takes hard work and persistence to reach your fitness goals. Don't look for instant gratification. It's not in your best interest to think that eating right and working out is a temporary action. Think about trying a different routine. The one you are doing now is not working for you, so try something different for the next month. You may find a routine you enjoy more.

Stop making excuses for every little thing that keeps you from exercising and eating right. The excuses we allow ourselves to not be healthy should be entirely unacceptable to you. If you feel you do not have enough time to take care of your self, think of this: Everyone that works or has responsibilities is pressed for time. Yet some people rise above their daily grind and make fitness a part of their life. Ultimately they stay healthy. If they can do it, you can do it

Diabetes For Eyes

Diabetes can play havoc with your eyes, and sometimes there are no early sumptoms. So you may have no idea anything is wrong until your eyesight is in danger.

Here are the main eye problems that can be caused, or made worse, by diabetes.

Cataracts

These are often described as a clouding of the lens of the eye. They are treatable by surgery in most cases.

Glaucoma

Our eyes are largely made up of fluid, and when the pressure of that fluid builds up too much inside the eye, you have glaucoma. Left untreated, it can damage the optic nerves, and even lead to blindness.

Diabetic retinopathy

Lining the back of our eyes is light-sensitive tissue known as the retina. The retina contains very small blood vessels that can be damaged by diabetic retinopathy. Sometimes there are symptoms such as blurred vision, but often you won't even know anything is wrong until the condition is well advanced. In the worse case, it leads to blindness.

Early detection is the key to battling all of these conditions, and the best diagnostic tool available is the dilated eye examination. This is a test in which special eye drops temporarily enlarge your pupils, allowing the doctor to see the back of your eyes. This test (which is painless) can detect cataracts, glaucoma or diabetic retinopathy in their early, treatable stages.

Eyesight is precious, so if you have diabetes do yourself a favor and make an appointment for your dilated eye examination. And then do it again every year from now on.

Jumat, 07 Januari 2011

DIIT FOR STRESS

Having depression can be quite… well… depressing. Pardon the lack of an appropriate expression, but the main thing is that we all know that depression can be pretty devastating. It is a hindrance to our social advancement as well as to our personal happiness.

There are some cases that people find a relief for depression by eating food or diet supplements that boost up the level of tryptophan. Tryptophan is a kind of amino acid that is responsible in producing serotonin.

There is also a study that proves that carbohydrates is an anti depression supplements. It lessens the premenstrual syndrome for about three hours.

Simply by eating a high density of carbohydrates can diminished the effect of depression in the body. Carbohydrates repair the imbalance in the ration of the specific fatty acid. Imbalances of fatty acids can affect the risk of depression.

There is also a study that shows an association between moderate consumption of caffeine drinks which lower the symptoms of depression; any excess can heighten the risk. Proper diet also helps to lower the tendency of committing suicide, in which depression is one of the primary causes. In this study, the doctors have formulated that by drinking coffee or tea, you can reduce the effect of depression.

There are also certain habits that contain harmful substances that may trigger the symptoms of depression, like drinking alcoholic beverages, too much cigarette smoking, and drug overdose.

Vitamins and other food nutrients such as Vitamin B, Iodine, Vitamin C, Calcium, and Amino complex have been associated with some protection against depression.

Niacin is also a very important in the production of tryptophan that helps promotes Vitamin B3 and it has been found out that it regulates blood flow in order to avoid mental depression.

Vitamin B12 and calcium ingredients may help in depression that take place during the monthly menstrual period. In the year 2001, there was a study that proves that this vitamin can prevent postpartum depression.

Those kinds of food supplements and vitamins may enhance the effectiveness of SSRI and other antidepressant.

In order to avoid depression you must choose your food wisely and have a proper diet.

Kamis, 06 Januari 2011

10 jenis makanan yang banyak bermanfaat untuk tubuh

Selama bertahun-tahun, para ahli gizi melakukan penelitian untuk mengidentifikasi manfaat nutrisi dari makanan tertentu. Mereka mempelajari protein, karbohidrat, kalori, lemak, mineral dan vitamin untuk menentukan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Dan akhirnya menemukan manfaat nutrisi dari setiap makanan.
Berikut 10 jenis makanan yang memberi banyak manfaat untuk tubuh, sbb:
1. Madu
Penelitian menunjukkan bahwa madu mengandung antibakteri dan antivirus. Studi lebih dalam menyebut madu bermanfaat untuk menyembuhkan luka dan baik untuk kesehatan pencernaan.
2. Green Tea
Penelitian menunjukkan, teh hijau membantu mengurangi risiko kanker, stroke, dan penyakit jantung. Teh hijau juga diyakini membantu mencegah penyakit diabetes tipe dua dan osteoporosis, serta meredakan radang usus.
3. Kenari
Makan 1,5 ons kenari setiap hari bisa menjadi makanan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
4. Blueberry
Adalah salah satu buah dengan tingkat antioksidan tinggi. Kandungan zat di dalamnya membantu memperlambat penuaan, mengurangi risiko diabetes, menurunkan kolesterol, meningkatkan keterampilan motorik, serta menunjang kesehatan kemih dan penglihatan. Blueberry juga memiliki sifat antiinflamasi.
5. Delima
Sebagai buah kaya antioksidan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa delima membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko kanker tertentu.
6. Rempah-rempah
Kayu manis membantu menurunkan kolesterol dan menstabilkan gula darah. Jahe membantu memperbaiki kesehatan pencernaan, dan mengandung antiinflamasi. Manfaat jahe sebagai pencegah kanker juga tengah dipelajari. Sementara sifat antiinflamasi kunyit diyakini dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer serta mengurangi risiko kanker.
7. Yogurt
Yang terbaik adalah yogurt polos. Kandungan kalsium, magnesium, Vitamin B-2 & B-12, dan probiotik yang dikenal sebagai bakteri baik dalam usus, bermanfaat menyehatkan sistem pencernaan serta kekebalan tubuh. Konsumsi yogurt secara teratur juga diyakini membantu menurunkan kolesterol.
8. Cokelat hitam
Jenis cokelat ini menawarkan manfaat baik bagi sistem kardiovaskular serta perlindungan dari kanker. Tak hanya itu, mengonsumsi cokelat hitam juga bisa membangkitkan suasana hati yang baik untuk kesehatan emosional dan mental.
9. Salmon
Salmon kaya omega-3 asam lemak dan protein, rendah kalori, rendah lemak jenuh, dan memiliki sifat antiinflamasi. Manfaat kesehatan ikan salmon termasuk pencegahan diabetes, Alzheimer, kanker serta menyehatkan sistem kardiovaskular.
10. Brokoli
Brokoli penuh dengan vitamin seperti asam folat, vitamin A, B6 dan K. Mineral seperti kalsium dan kalium membuatnya lebih sehat. Brokoli dianggap sebagai makanan penyembuhan yang diaktifkan oleh phytochemical indole-3-carbinol dan sulforaphane, membantu melawan kanker.
Makanlah makanan yang membuat kita sehat, sehingga kita bisa hidup lebih sehat dan bugar tahan terhadap kuman, bakteri, virus

PERAN AHLI GIZI

Mungkin sebelumnya banyak di antara kita yang tidak tahu bahwa ternyata ada sebuah profesi di bidang kesehatan selain dokter, perawat, dan bidan, yakni sebuah profesi yang disebut ahli gizi. Profesi ini tentu saja berbeda dengan profesi-profesi lain di bidang kesehatan yang lebih akrab di telinga kita itu. Mendengar namanya, tentu kita akan secara otomatis mengaitkan profesi yang satu ini dengan segala macam hal yang berhubungan dengan makanan dan diet. Tidak salah sebenarnya. Hanya saja, jika dilihat lebih jauh, ternyata peran seorang ahli gizi tidak melulu mengurusi soal makanan, diet, dan penyakit. Secara umum, paling tidak seorang ahli gizi memiliki 3 peran, yakni sebagai dietisien, sebagai konselor gizi, dan sebagai penyuluh gizi. Berikut dapat kita lihat satu per satu.
Dietisien adalah seseorang yang memiliki pendidikan gizi, khususnya dietetik, yang bekerja untuk menerapkan prinsip-prinsip gizi dalam pemberian makan kepada individu atau kelompok, merencanakan menu, dan diet khusus, serta mengawasi penyelenggaraan dan penyajian makanan (Kamus Gizi, 2010).
Sedangkan  seorang konselor gizi adalah ahli gizi yang bekerja untuk membantu orang lain (klien) mengenali, mengatasi masalah gizi yang dihadapi, dan mendorong klien untuk mencari dan memilih cara pemecahan masalah gizi secara mudah sehingga dapat dilaksanakan oleh klien secara efektif dan efisien. Konseling biasanya dilakukan lebih privat, berupa komunikasi dua arah antara konselor dan klien yang bertujuan untuk memberikan terapi diet yang sesuai dengan kondisi pasien dalam upaya perubahan sikap dan perilaku terhadap makanan (Magdalena, 2010).
Kemudian peran ahli gizi yang satu lagi ialah sebagai penyuluh gizi. Yakni seseorang yang memberikan penyuluhan gizi yang merupakan suatu upaya menjelaskan, menggunakan, memilih, dan mengolah bahan makanan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku perorangan atau masyarakat dalam mengonsumsi makanan sehingga meningkatkan kesehatan dan gizinya (Kamus Gizi, 2010). Penyuluhan gizi sebagian besarnya dilakukan dengan metode ceramah (komunikasi satu arah), walaupun sebenarnya masih ada beberapa metode lainnya yang dapat digunakan. Berbeda dengan konseling yang komunikasinya dilakukan lebih pribadi, penyuluhan gizi disampaikan lebih umum dan biasanya dapat menjangkau sasaran yang lebih banyak.
Ketiga peran itu hanya bisa dilakukan oleh seorang ahli gizi atau seseorang yang sudah mendapat pendidikan gizi dan tidak bisa digantikan oleh profesi kesehatan manapun, karena ketiga peran itu saling berkaitan satu sama lain, tidak dapat dipisahkan.
Lalu, apa pentingnya menjadi seorang ahli gizi? Tentu saja penting! Pernahkah kita renungkan bahwa sebagian besar penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, kencing manis, darah tinggi, penyakit ginjal, hati dan empedu serta penyakit-penyakit malnutrisi (salah gizi) seperti obesitas, marasmus, kwasiorkor, gondok, dan kekurangan vitamin A yang diderita penduduk Indonesia dan tidak jarang bahkan sampai merenggut nyawa itu ternyata salah satunya disebabkan oleh minimnya pengetahuan akan gizi. Coba kita pikirkan lebih jauh, kalau saja penduduk Indonesia menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta memerhatikan asupan makanan yang mereka konsumsi, tentu penyebaran penyakit-penyakit itu tidak akan merajalela seperti sekarang ini.
Kemudian, dari mana masyarakat umum dapat memeroleh informasi dan pengetahuan-pengetahuan tentang gizi guna memperbaiki pola hidup mereka? Di sinilah peran seorang ahli gizi sebagai penyuluh dan konselor gizi sangat diperlukan. Seorang ahli gizi yang tentu saja harus memiliki kompetensi sebagai seorang dietisien ini juga harus mau ‘membagi ilmu’ yang dimilikinya kepada masyarakat umum melalui konseling dan penyuluhan. Dengan ilmu yang menjadi keahliannya, ahli gizi dapat membantu masyarakat mengatasi masalah kesehatan mereka dan keluarga terutama yang berkaitan dengan gizi dengan menggunakan bahasa yang umum dan sederhana yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam.
Dengan adanya peran ahli gizi di dalam masyarakat, diharapkan dapat membantu memperbaiki status kesehatan masyarakat, khususnya melalui berbagai upaya preventif (pencegahan). Mudahnya begini, jika kita tahu apa saja dan bagaimana makanan yang aman, sehat, dan bergizi untuk dikonsumsi, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, niscaya kita akan terhindar dari berbagi penyakit mengerikan yang sudah disebutkan di atas. Bayangkan jika tidak, dan kemudian kita harus mengobati penyakit-penyakit itu, tentunya akan terasa sangat menyakitkan dan pastinya akan mengabiskan biaya yang tidak sedikit untuk mengobatinya. Kita semua  tahu, bahwa mencegah itu lebih baik (dan lebih murah) daripada mengobati. Jika kita bisa menerapkan kebiasaan itu, kita menjadi tidak mudah sakit, dan tidak terlalu tergantung kepada jasa dokter dan perawat, serta tidak perlu mengonsumsi obat-obatan yang umumnya selalu memiliki efek samping terhadap kesehatan.
Melalui ahli gizilah salah satu caranya masyarakat dapat mengetahui berbagai informasi-informasi dan isu-isu kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan gizi. Jika dilakukan tatap muka, masyarakat pun dapat langsung berinteraksi dengan ahli gizi dan berkonsultasi langsung dengan mudah mengenai permasalahan gizi yang mereka hadapi. Ahli gizi yang memberikan penyuluhan dan konseling pun hendaknya memiliki bekal pengetahuan dan wawasan yang cukup yang harus terus ditambah dan diperbaharui setiap waktu.
Selain memberikan informasi mengenai makanan dan gizi yang dikandungnya, ahli gizi juga wajib menguasai tentang penyakit-penyakit yang berkaitan dengan gizi, seperti penyakit-penyakit degeneratif, penyakit-penyakit akibat malnutrisi, dan penyakit-penyakit infeksi untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat. Hal-hal yang dapat diinformasikan antara lain dimulai dari pengertian dan penjelasan singkat mengenai penyakit tersebut, kemudian apa saja tanda dan gejalanya, apa penyebabnya, bagaimana cara mengatasi, mengobati, dan mencegahnya, serta apa saja makanan dan minuman yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan.
Sebagai seorang penyuluh, ahli gizi dapat menyampaikan informasi-informasi kesehatan yang khususnya berkaitan dengan gizi serentak kepada audiens yang jumlahnya relatif lebih banyak. Hal ini menguntungkan karena informasi penting tersebut dapat langsung tersebar kepada sasaran yang lebih luas dalam waktu yang relatif lebih singkat. Namun, informasi yang disampaikan biasanya bersifat umum, kurang detail, dan respon dari audiens yang dapat ditanggapi pun terbatas.
Sedangkan dalam melakukan kegiatan konseling gizi, biasanya terjadi komunikasi langsung dua arah antara konselor dan klien. Hal ini lebih efektif, karena informasi yang disampaikan pun dapat lebih detail dan lengkap. Komunikasi yang dibangun pun dapat lebih intens dan mendalam sehingga dapat benar-benar dipahami apa keinginan dan kebutuhan klien. Hanya saja, penyampaian informasi yang dilakukan melalui metode konseling ini akan memerlukan waktu yang lebih lama jika sasaran yang dicapai lebih banyak.
Mengingat betapa pentingnya peran ahli gizi dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, mari kita dukung mereka dalam menjalankan program-program gizi dan kesehatan guna menuju Indonesia yang lebih sehat!